Isrâ' dan Mi'râj merapat:
tentang Sang Rasul yang terangkat,
dengan ruh sekaligus jasad,
didampingi Jibril Sang Malaikat;
ke Masjidil Aqshâ ia berangkat,
di Mustawâ ia bermunâjât,
ke bumi membawa perintah sholat...
5 sholat fardlu terpateri,
tanda nyata jati diri;
juga sebagai kendali diri,
dari nista tak terperi,
dari jahat mengiris hati.
Jika sholat nyatalah sah,
dengan rambu fiqh terpenuhi sudah;
dalam fikir tak terlintaskah,
mengapa kotor tetap betah?
mengapa nista tetap merekah?
mengapa jahat tetap membuncah?
mengapa jiwa tetap gelisah?
mengapa benak tetap resah?
Jelas bukan sholat yang salah!
Inilah masa untuk muhâsabah...
Inilah saat diri menelaah...
Inilah waktu niat baik melangkah...
Kawan, kuingin berbagi petuah,
sarat bijak berhikmah,
-kuharap semoga barokah-
dari al 'Âlim al-'Allâmah,
al-Habîb Abdullah bin Husain Bâ'Alwiy dzil karâmah:
Empat syarat mutlak,
agar sholat berhikmah tak pelak,
agar sholat tak hanya rutinitas gerak,
agar sholat bernilai layak,
agar sholat indah dan wangi merebak...
Pertama,
niatkan IKHLAS semata,
sholat hanya karena Allâh Ta'âlâ,
tanpa riyâ' mendekap sukma;
toh kita memang hamba-Nya...
Kedua,
pastikan bahwa HALAL adalah nyata,
dalam pakaian di jasad kita,
dalam makanan konsumsi kita,
dalam tempat sholat kita...
Ketiga,
biarkan KHUSYÛ' mendera;
hadirkan fokus di sekujur relung jiwa,
hayati saat bibir basah membaca,
resapi dalam hati setiap untai makna;
rasakan nikmat menyembah-Nya,
rasakan indah menyebut Asma-Nya...
Keempat,
jauhkan 'UJUB agar tak lekat:
takabur karena amal diperbuat,
sombong karena ibadah yang tersemat.
Hindari berhitung pahala dengan sholat,
tapi sesali setiap dosa yang pernah berkarat...
Akhirnya, semoga manfaat terlimpahkan,
untukku dan untukmu, wahai kawan,
teriring doa terdesahkan:
Allâhumma bârik lanâ fî Rajaba wa Sya'bân,
wa ballighnâ Ramadhân...
Tampilkan postingan dengan label isra'. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label isra'. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 18 Juli 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
