Wa bil qadari khairihî wa syarrihî minaLlâhi Ta'âlâ...
Jikalau takdir hanyalah kelamin,
yang sebatas pada janin,
sungguh konslet yang semakin!
Jikalau usaha meyakinkan sukses,
maka gagal mencetak stres,
lalu qonâ'ah pun tak lagi beres!
Jikalau untung dan rugi,
dicongkaki sebagai perolehan diri,
silahkan mengatur mati!
Sesungguhnya,
bahwa sukses buah dari upaya,
hanyalah berlandas 'âdah-Nya saja,
yang membenak di kita,
InnaLlâha qad ajrâ 'âdataHû kadzâ...!
...yakni PASTI berdasar zaman mâdli.
...yakni PASTI berdasar memori.
...yakni PASTI berdasar ingatan diri.
Bukan PASTI berlatar depan!
Bukan PASTI bak pengatur zaman!
Bukan PASTI bak penentu peran!
Bukan PASTI bak pemilik ‘tangan’!
Bukan PASTI bak tau betul maunya Tuhan!
Jika itu yang rasa desahkan,
jika itu yang gelap jelaskan,
jika itu yang bodoh diktekan,
Jika itu yang takabur belaikan,
segeralah mohon tercerahkan....
Namun upaya tetaplah mesti,
wajib tak boleh dihindari,
karena kita tak tahu pasti,
apa bagian setiap diri.
Dimudah/sulitkan-Nya jalan menuju asa hati,
adalah komponen takdir itu sendiri.
Dengan ini iman diuji...
Semogalah hasrat yang berpendar,
adalah fajar yang cepat sinar,
adalah faham yang segera wajar...
Tampilkan postingan dengan label takdir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label takdir. Tampilkan semua postingan
Kamis, 04 Juni 2009
Langganan:
Postingan (Atom)