Tampilkan postingan dengan label dengki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dengki. Tampilkan semua postingan
Rabu, 10 Juni 2009
I D i H !
"Wa Min Syarri Hâsidin idzâ Hasad"
I : Ingin atau sesungguhnya Iri?
D: Damba atau sesungguhnya Dengki?
i : -idem-
H: Harap atau sesungguhnya Hasûd?
al-Imâm an-Nawawi,
mengutip dedawuh al-Imâm al-Ghazâli,
(semoga rahmah dan ridlâ-Nya menyertai)
membagi I.D.i.H dalam setiap diri,
menjadi tiga terpatri:
Pertama:
Terasa, teraba, terkira,
dan terlihat mata:
ada nikmat dan bahagia,
ada suka dan ria,
di diri sesama...
Lalu terbitlah "I" di hati:
"kuIngin nikmat itu berhenti dan pergi,
lalu beralih ke diri ini..."
Kedua:
Terasa, teraba, terkira,
dan terlihat mata:
ada nikmat dan bahagia,
ada suka dan ria,
di diri sesama...
Lalu muncullah "D" di jiwa:
"kuDamba nikmat itu senyap dan bermaya,
walau diri tak miliki yang sama..."
Ketiga:
Terasa, teraba, terkira,
dan terlihat mata:
ada nikmat dan bahagia,
ada suka dan ria,
di diri sesama...
Lalu muncullah "H" dalam kalbu:
"biarlah nikmat itu tetap di situ,
Harapku, asal ia tak ungguli aku!"
Langganan:
Postingan (Atom)
